Dorong Penguatan Rantai Nilai dan Pascapanen Koperasi di Lombok Tengah
Penguatan rantai nilai komoditas menjadi salah satu langkah penting dalam mendorong koperasi agar tidak hanya berperan sebagai wadah ekonomi anggota, tetapi juga mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Hal tersebut menjadi fokus dalam Workshop Peningkatan Kapasitas Pelaku Rantai Nilai Komoditas Jagung dan Ayam yang digelar Koperasi Makmur Aman Sejahtera (MAS) Desa Jago, Kabupaten Lombok Tengah, bersama BRMP NTB.
Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas pengurus dan anggota koperasi dalam mengembangkan usaha yang mengintegrasikan komoditas jagung dan ayam, sekaligus meningkatkan efisiensi produksi dan nilai tambah hasil pertanian maupun peternakan.
Kepala Tata Usaha BRMP NTB, Muhammad Yasin, SP., MM., yang mewakili Kepala BRMP NTB, membuka kegiatan tersebut. Dalam arahannya, Yasin menekankan pentingnya membangun keterkaitan usaha antarkomoditas sehingga potensi yang ada di tingkat koperasi dapat dikembangkan menjadi satu ekosistem usaha yang saling mendukung.
Workshop diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri atas pengurus dan anggota Koperasi Makmur Aman Sejahtera (MAS). Materi yang diberikan diarahkan pada kebutuhan praktis di lapangan, terutama terkait penerapan teknologi untuk meningkatkan efisiensi produksi serta pemeliharaan mesin penetasan ayam.
Salah satu materi menyoroti pengembangan ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) yang memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai bagian dari rantai nilai usaha koperasi. Tidak hanya menghasilkan ayam hidup, pengembangan usaha juga dapat diarahkan pada penanganan pascapanen dan pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah produk.
Peluang tersebut semakin terbuka dengan berkembangnya sektor pariwisata di NTB. Produk ayam KUB, misalnya, dapat diarahkan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku kuliner lokal seperti Ayam Taliwang maupun dikembangkan menjadi berbagai produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Sementara itu, materi pemeliharaan mesin penetasan menekankan pentingnya manajemen operasional dan perawatan secara berkala. Pemeliharaan mesin yang dilakukan secara optimal menjadi bagian penting dalam menjaga kinerja peralatan, meningkatkan efisiensi biaya, sekaligus mendukung produksi Day Old Chick (DOC) yang berkualitas.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak berhenti pada pemahaman materi, tetapi dapat menerapkan pengetahuan dan teknologi yang diperoleh dalam pengelolaan usaha koperasi. Dengan demikian, penguatan rantai nilai jagung dan ayam dapat memberikan nilai tambah sekaligus membuka peluang pengembangan usaha yang lebih mandiri dan berkelanjutan bagi koperasi dan anggotanya.