UPBS Tanaman

Kementerian Pertanian sebagai salah satu lembaga pemerintah yang bertanggung jawab terhadap inovasi teknologi di bidang pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) telah menghasilkan banyak inovasi teknologi antara lain berupa varietas unggul baru. Inovasi teknologi tersebut menjadi aset Balitbangtan yang kemudian berubah menjadi Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) dan bertransformasi Kembali menjadi Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP).

BRMP NTB memiliki Unit pengelola benih sumber terstandar (UPBS) Tanaman untuk mempercepat diseminasi dan distribusi benih varietas unggul padi, jagung, dan bawang putih kepada masyarakat. UPBS dilengkapi sarana dan prasarana pendukung, seperti gedung prosessing benih, gudang penyimpanan benih, lantai jemur dan peralatan prosessing benih. Penyediaan VUB potensi hasil tinggi padi merupakan bentuk dukungan Badan Penerapan Modernisasi Pertanian Nusa Tenggara Barat dalam mensukseskan program swasembada pangan. Sesuai surat tugas Mentan nomor 86 tahun 2015, tentang penugasan BRMP melalui (UPBS) agar menyediakan benih VUB Padi potensi hasil tinggi kelas FS dan SS. Kegiatan produksi benih sumber VUB padi potensi hasil tinggi telah dilaksanakan sejak 2015 hingga 2024 UPBS BRMP NTB sebanyak 37,61 ton. Benih tersebut sebagian besar sudah di manfaatkan oleh petani padi di NTB.

UPBS Tanaman pada tahun 2025 mendapatkan tugas penyediaan benih sumber padi sebanyak 36 ton FS dan 90 ton SS untuk mendukung swasembada pangan.  UPBS Tanaman BRMP NTB juga berfungsi sebagai pusat edukasi. Unit ini aktif memberikan layanan konsultasi seputar teknis pertanian, mulai dari pengenalan VUB hingga konsultasi pengendalian OPT dan rekomendasi pergiliran varietas. Selain itu, UPBS Tanaman BRMP NTB membuka program magang dan Praktik Kerja Lapangan (PKL), memberikan kesempatan bagi Siswa, mahasiswa atau stakeholder lainnya untuk mendapatkan pengalaman praktis dan pengetahuan langsung dari para ahli. UPBS Tanaman berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam membangun sumber daya manusia yang kompeten di bidang pertanian khususnya tanaman pangan.