Belajar Pertanian Sejak Dini Bersama SDIT Nurul Fikri Selong
Mengenalkan pertanian sejak usia sekolah menjadi salah satu cara menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap dunia pertanian. Hal tersebut dilakukan melalui kunjungan belajar siswa SDIT Nurul Fikri Selong, Lombok Timur, ke BRMP NTB yang berlangsung selama dua hari.
Kunjungan pertama dilaksanakan pada Rabu, 30 September 2026, dengan peserta sebanyak 122 siswa kelas 3. Kegiatan dilanjutkan pada Kamis, 1 Oktober 2026, dengan melibatkan 111 siswa kelas 4.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Kepala Tata Usaha BRMP NTB, Muhammad Yasin, SP., MM, mewakili Kepala BRMP NTB mengungkapkan apresiasi dan dukungannya terhadap kegiatan edukatif tersebut. Menurutnya, pemahaman mengenai sektor pertanian perlu ditanamkan sejak usia sekolah.
"Kunjungan semacam ini sangat baik dalam mengenalkan pertanian sejak dini, sehingga menumbuhkan minat generasi muda akan pertanian," ujar M. Yasin.
Selama berada di BRMP NTB, para siswa diajak mengenal pertanian secara lebih dekat melalui pembelajaran yang dikemas dengan suasana edukatif dan menyenangkan. Mereka diperkenalkan pada berbagai aktivitas pertanian, mulai dari mengenal tanaman, proses pembibitan, hingga cara memelihara tanaman agar dapat tumbuh dengan baik.
Tidak hanya menerima penjelasan, siswa juga diajak mengamati dan belajar langsung di lingkungan pertanian BRMP NTB. Cara ini membuat pembelajaran menjadi lebih konkret karena siswa dapat melihat secara langsung apa yang selama ini mereka pelajari di sekolah.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Berbagai pertanyaan dan rasa ingin tahu muncul ketika mereka berhadapan langsung dengan tanaman dan aktivitas pertanian yang ada di lingkungan BRMP NTB.
Melalui kunjungan belajar ini, BRMP NTB turut membuka ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal pertanian sejak dini. Diharapkan pengalaman tersebut tidak hanya menjadi pengalaman belajar di luar kelas, tetapi juga menumbuhkan ketertarikan dan kepedulian siswa terhadap pertanian sebagai bagian penting dari kehidupan dan masa depan pangan.