Bersinergi Bersama BBWS Jaga Pertanian Saat Musim Kekeringan
Musim kemarau mulai berdampak pada ketersediaan air untuk pertanian di Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Berkurangnya pasokan air, terutama dari sumber air permukaan, menjadi tantangan bagi petani dalam mempertahankan pertanaman yang sedang berjalan. Kondisi ini apabila tidak segera diantisipasi berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman dan meningkatkan risiko gagal panen.
Di wilayah tersebut, sekitar 170 hektare lahan pertanian berpotensi terdampak kekeringan akibat keterbatasan pasokan air. Kondisi ini mendorong perlunya langkah cepat untuk memastikan kebutuhan air tanaman tetap terpenuhi, sekaligus menjaga pertanaman agar dapat terus tumbuh dan berproduksi.
Merespons kondisi tersebut, BRMP NTB bersama Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara I (BBWS NT I) bersinergi melakukan identifikasi kondisi dan kebutuhan air di lapangan. Sinergi ini dilakukan untuk mencari alternatif sumber air yang dapat dimanfaatkan dalam mendukung pengairan lahan pertanian selama periode kekeringan.
Hasil identifikasi menunjukkan bahwa pemanfaatan air bawah permukaan melalui sumur bor dangkal menjadi salah satu alternatif yang dapat dikembangkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air pertanian. Sumber air ini diharapkan dapat menjadi dukungan bagi lahan yang mengalami keterbatasan pasokan air dari sumber permukaan.
Untuk mendukung upaya tersebut, diperlukan enam sumur bor dangkal pada lokasi yang telah diidentifikasi. Penyediaan sumber air ini diharapkan dapat membantu mempertahankan pertanaman pada areal terdampak sekaligus mengurangi risiko kehilangan hasil akibat kekurangan air.
Dalam pelaksanaannya, BBWS NT I mendukung pembiayaan penggalian sumur bor, sementara BRMP NTB berperan dalam menggerakkan mobilisasi pompa antar kelompok tani sesuai kebutuhan di lapangan. Pembagian peran tersebut menjadi bentuk sinergi dalam mempercepat penanganan keterbatasan air dan memastikan sumber air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani sehingga proses produksi tetap berjalan.
Kekeringan menjadi tantangan, sinergi dan langkah nyata menjadi upaya menjaga pertanian tetap berlanjut.