BRMP NTB Gelar Bimbingan Teknis Standar Budidaya Jagung di Desa Jago Praya Lokasi Program ICARE
Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan pengetahuan petani jagung di lokasi Program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE), Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Nusa Tenggara Barat menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Standar Budidaya Jagung bertempat di Dusun Bundua, Desa Jago, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah (23/10/2024)
Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah, Penyuluh Desa Jago, Kepala UPT HPT dan Keswan Kecamatan Praya, Kepala Desa Jago, Liaison Officer (LO) Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah, Pengurus Koperasi Makmur Aman Sejahtera Desa Jago, Kelompok Tani Moje Sari, Moga Jaya, Dan Jaya Mandiri Desa Jago
Kegiatan dibuka oleh Kepala Desa Jago dan berharap bimtek ini tidak hanya berlangsung saat ini, tetapi berkelanjutan melalui bimbingan dan pendampingan agar produktivitas serta pendapatan petani meningkat sehingga berdampak langsung bagi masyarakat tani khusunya di Desa Jago.
Kepala BRMP NTB menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya integrasi antara komoditas jagung dan ayam kampung unggul Balitbangtan (KUB) yang telah dikembangkan di Desa Jago sejak tahun 2012, di mana jagung difokuskan sebagai bahan baku pakan ternak lokal. Beliau menekankan pentingnya kemandirian pakan lokal, sehingga kebutuhan pakan ayam KUB dapat terpenuhi di wilayah tersebut. Melalui bimtek ini, lanjutnya, petani diharapkan dapat memahami standar budidaya jagung yang baik agar hasil panen meningkat, biaya produksi menurun, dan kualitas jagung semakin optimal. “Penerapan standar teknis menjadi kunci utama dalam menjaga produktivitas dan kualitas hasil pertanian,” ujarnya.
Sekertaris Dinas Pertanian Lombok Tengah menyampaikan bahwa pengelolan pakan sangat penting karena sekitar 70 persen biaya usaha ternak berasal dari pakan, sehingga kemandirian dalam memproduksi pakan sendiri menjadi solusi utama untuk menekan biaya. Oleh karena itu, Desa Jago yang dikenal sebagai pionir pengembangan ayam KUB diharapkan dapat mewujudkan pabrik pakan mini guna memenuhi kebutuhan lokal. Beliau juga mendorong kelompok tani agar aktif bergabung dalam koperasi, karena melalui koperasi yang kuat, manfaat ekonomi akan kembali kepada para anggotanya.
Di akhir kegiatan, peserta mendapatkan materi dari narasumber ahli yang membahas secara komprehensif tentang standar teknis budidaya jagung, meliputi pengolahan lahan, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, hingga penanganan pascapanen. Selain itu, turut disampaikan sosialisasi mengenai Koperasi ICARE dan pengembangan usaha bisnis sebagai langkah nyata memperkuat kemandirian dan keberlanjutan ekonomi petani.
Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah, Penyuluh Desa Jago, Kepala UPT HPT dan Keswan Kecamatan Praya, Kepala Desa Jago, Liaison Officer (LO) Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah, Pengurus Koperasi Makmur Aman Sejahtera Desa Jago, Kelompok Tani Moje Sari, Moga Jaya, Dan Jaya Mandiri Desa Jago
Kegiatan dibuka oleh Kepala Desa Jago dan berharap bimtek ini tidak hanya berlangsung saat ini, tetapi berkelanjutan melalui bimbingan dan pendampingan agar produktivitas serta pendapatan petani meningkat sehingga berdampak langsung bagi masyarakat tani khusunya di Desa Jago.
Kepala BRMP NTB menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya integrasi antara komoditas jagung dan ayam kampung unggul Balitbangtan (KUB) yang telah dikembangkan di Desa Jago sejak tahun 2012, di mana jagung difokuskan sebagai bahan baku pakan ternak lokal. Beliau menekankan pentingnya kemandirian pakan lokal, sehingga kebutuhan pakan ayam KUB dapat terpenuhi di wilayah tersebut. Melalui bimtek ini, lanjutnya, petani diharapkan dapat memahami standar budidaya jagung yang baik agar hasil panen meningkat, biaya produksi menurun, dan kualitas jagung semakin optimal. “Penerapan standar teknis menjadi kunci utama dalam menjaga produktivitas dan kualitas hasil pertanian,” ujarnya.
Sekertaris Dinas Pertanian Lombok Tengah menyampaikan bahwa pengelolan pakan sangat penting karena sekitar 70 persen biaya usaha ternak berasal dari pakan, sehingga kemandirian dalam memproduksi pakan sendiri menjadi solusi utama untuk menekan biaya. Oleh karena itu, Desa Jago yang dikenal sebagai pionir pengembangan ayam KUB diharapkan dapat mewujudkan pabrik pakan mini guna memenuhi kebutuhan lokal. Beliau juga mendorong kelompok tani agar aktif bergabung dalam koperasi, karena melalui koperasi yang kuat, manfaat ekonomi akan kembali kepada para anggotanya.
Di akhir kegiatan, peserta mendapatkan materi dari narasumber ahli yang membahas secara komprehensif tentang standar teknis budidaya jagung, meliputi pengolahan lahan, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, hingga penanganan pascapanen. Selain itu, turut disampaikan sosialisasi mengenai Koperasi ICARE dan pengembangan usaha bisnis sebagai langkah nyata memperkuat kemandirian dan keberlanjutan ekonomi petani.