BRMP NTB GELAR RAPAT KOORDINASI STRATEGI PERCEPATAN PENCAPAIAN SWASEMBADA PANGAN DI KABUPATEN BIMA
Bima, 20 Desember 2025- Diakhir tahun 2025 BRMP menggelar Rapat Koordinasi strategi Percepatan Pencapaian Swasembada Pangan dalam Upaya mempercepat pencapaian swasembada pangan Nasional bertempat di Gedung PGRI kecamatan Woha Kabupaten Bima kegiatan ini melibatkan lintas sektor antara lain Dinas Pertanian Kabupaten Bima, Kodim, Serta penyuluh pertanian Lapangan sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan Program. Selain itu agenda ini turut mengundang berbagai narasumber antara lain Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bima, Dandim, BRMP Agroklimat dan Hidrologi, dan Dr. Nandang Sunandar sebagai penyuluh yang telah lama bergelut dalam kegiatan Diseminasi pertanian.
Dalam sambutannya, Kepala BRMP NTB menyampaikan bahwa dalam waktu sekitar 10 hari ke depan akan diumumkan keberhasilan program swasembada pangan nasional dengan capaian produksi beras tahun 2025 sekitar 13,7 juta ton. Provinsi NTB sendiri berkontribusi lebih dari 1,7 juta ton, meningkat dibandingkan tahun 2024 sekitar 1,4 juta ton. Selain itu, beliau juga menyampaikan apresiasi Menteri Pertanian kepada Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sebagai pahlawan penyedia pangan nasional. Meskipun demikian, beliau menegaskan bahwa PPL agar melaporkan kondisi lapangan secara factual terkait Luas Tambah Tanam (LTT) padi regular, oplah, dan padi gogo. Program Kementerian Pertanian tahun 2026 akan difokuskan pada penguatan hilirisasi komoditas Perkebunan, peternakan dan tanaman pangan strategis (padi, jagung, dan kedelai), termasuk peningkatan mutu beras melalui perbaikan Rice Milling Unit (RMU) dan integrasi jagung dengan peternakan untuk mendukung pengembangan pabrik pakan.
Perwakilan Dandim 1608/Bima yang turut hadir menegaskan bahwa TNI mendukung Sembilan program strategis nasional. Salah satunya ketahanan pangan sebagai bagian dari penguatan ekonomi nasional. Oleh karena itu, TNI menyatakan komitmen untuk mendukung penuh pelaksanaan program swasembada pangan di Kabupaten Bima.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima menyampaikan bahwa pencanangan keberhasilan program swasembada pangan nasional merupakan momentum penting akrena Indonesia telah melampaui target swasembada pangan yang semula direncanakan dalam tiga tahun dan berhasil dicapai dalam satu tahun. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras Penyuluh Pertanian. Kabupaten Bima menghasilkan sekitar 126.000 ton beras, dengan sekitar 60.000 ton digunakan untuk konsumsi. Indeks Pertanaman (IP) saat ini sebesar 1,3 dan masih berpotensi ditingkatkan hingga 1,7. Pemerintah Daerah Kabupaten Bima terus mendorong program pengentasan kemiskinan sektor pertanian melalui kerja sama dengan Kementerian Pertanian serta penyediaan benih dan alat mesin pertanian (alsintan).
BRMP Klimatologi dan Hidrologi dalam paparannya menyampaikan bahwa proyeksi jangka panjang periode 2020–2045 menunjukkan potensi penurunan produksi tanaman pangan akibat semakin panjangnya musim kemarau. Oleh karena itu, diperlukan langkah adaptif agar petani tetap dapat berproduksi, salah satunya melalui pemanfaatan Aplikasi Siap Tanam. Sistem Informasi Adaptif Siap Tanam 2.0 dinilai berperan penting dalam percepatan tanam melalui penyediaan data yang akurat, adaptif, dan terintegrasi untuk meningkatkan luas tanam dan produktivitas secara berkelanjutan.
Dr. Nandang Sunandar Sunandar menyampaikan bahwa peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) yang didukung penerapan teknologi budidaya merupakan kunci utama pencapaian swasembada pangan berkelanjutan. Penerapan varietas unggul baru, benih bermutu, pemupukan berimbang, pengendalian OPT terpadu, serta sistem tanam Jajar Legowo 2:1 terbukti meningkatkan populasi tanaman dan produktivitas padi secara signifikan. Pendampingan penyuluh yang konsisten dan sinergi lintas sektor menjadi faktor penentu keberhasilan.
Rapat koordinasi ini ditutup dengan komitmen bersama untuk mendukung kesuksesan pencapaian swasembada pangan tahun ini dengan terus meningkatkan keberlanjutan di tahun tahun yang akan datang.