• Jalan Raya Peninjauan Narmada
  • (0370) 671312
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
    • Pengumuman
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
405 dilihat       13 Agustus 2025

Hampir Nyerah, Kini Petani Raup Rp40 Juta per Hektare Berkat Harga Gabah Stabil

Harga pembelian gabah oleh Bulog yang terjaga di level Rp 6.500 per kilogram memberikan harapan baru bagi petani padi. Kebijakan ini berhasil memperkuat daya beli petani serta memutus ketergantungan pada tengkulak. 
Rojai (50), petani sekaligus Ketua Gabungan Kelompok Tani Makmur di Desa Tegalkarang, Palimanan, mengaku hampir menyerah karena harga gabah pernah anjlok di kisaran Rp 3.700 per kg, hingga sekitar Rp 4.000–5.000 per kg saat musim kemarau. Ia merasa terjepit oleh tengkulak yang menentukan harga.
“Hampir nyerah, hampir nangis, nyerah, nggak mau bertani lagi. Makanya kebanyakan orang tua itu nggak mau anaknya jadi petani,” kata Rojai sambil menghela nafas, dikutip dari ANTARA News, Minggu, 10 Agustus 2025.
Namun, sejak Bulog hadir dengan harga terjamin, kondisi hidupnya berbalik. Kini, dari lahan seluas tiga hektare, panen bisa menghasilkan hingga Rp 40 juta per hektare, dengan biaya produksi hanya sekitar setengahnya.
“Kini setiap musim tanam hasil panen dari tiga hektare lahannya bisa mencapai Rp 40 juta per hektare dengan biaya produksi sekitar separuhnya,” ujar Rojai, dikutip dari ANTARA News, Minggu, 10 Agustus 2025.

Prev Next

- BSIP NTB


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    DORONG PENANGKAR BENIH LOKAL GO NASIONAL, BRMP NTB GELAR BIMTEK ONBOARDING E-KATALOG VERSI 6
    09 Sep 2026 - By BSIP NTB
  • Thumb
    Strategi Ancaman Kekeringan, Untuk Mempercepatan LTT NTB
    08 Sep 2026 - By BSIP NTB
  • Thumb
    Mahasiswa Pertanian Unram Harus Percaya Diri Untuk NTB
    04 Sep 2026 - By BSIP NTB
  • Thumb
    Sinergi Pengelolaan Air Untuk Pertanian NTB di Integrated Water Allocation Forum (IWAF)
    01 Sep 2026 - By BSIP NTB
  • Thumb
    Sinergi Penyuluh, Dalam Optimalisasi Program Strategis Kementerian Pertanian
    27 Agu 2026 - By BSIP NTB

tags

Badan Standardisasi Instrumen Pertanian

Kontak

(0370) 671312
(0370) 671620
[email protected]

Jalan Raya Peninjauan Narmada
Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat
Indonesia
83371

Website: https://ntb.brmp.pertanian.go.id
No. WA: 0818535002

© 2026 - 2026 Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Nusa Tenggara Barat. All Right Reserved