Hampir Nyerah, Kini Petani Raup Rp40 Juta per Hektare Berkat Harga Gabah Stabil
Harga pembelian gabah oleh Bulog yang terjaga di level Rp 6.500 per kilogram memberikan harapan baru bagi petani padi. Kebijakan ini berhasil memperkuat daya beli petani serta memutus ketergantungan pada tengkulak.
Rojai (50), petani sekaligus Ketua Gabungan Kelompok Tani Makmur di Desa Tegalkarang, Palimanan, mengaku hampir menyerah karena harga gabah pernah anjlok di kisaran Rp 3.700 per kg, hingga sekitar Rp 4.000–5.000 per kg saat musim kemarau. Ia merasa terjepit oleh tengkulak yang menentukan harga.
“Hampir nyerah, hampir nangis, nyerah, nggak mau bertani lagi. Makanya kebanyakan orang tua itu nggak mau anaknya jadi petani,” kata Rojai sambil menghela nafas, dikutip dari ANTARA News, Minggu, 10 Agustus 2025.
Namun, sejak Bulog hadir dengan harga terjamin, kondisi hidupnya berbalik. Kini, dari lahan seluas tiga hektare, panen bisa menghasilkan hingga Rp 40 juta per hektare, dengan biaya produksi hanya sekitar setengahnya.
“Kini setiap musim tanam hasil panen dari tiga hektare lahannya bisa mencapai Rp 40 juta per hektare dengan biaya produksi sekitar separuhnya,” ujar Rojai, dikutip dari ANTARA News, Minggu, 10 Agustus 2025.