Sinergi Pengelolaan Air Untuk Pertanian NTB di Integrated Water Allocation Forum (IWAF)
Pengelolaan air menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian, terutama di tengah tantangan keterbatasan sumber daya air. Untuk memperkuat sinergi dalam pengelolaan tersebut, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) NTB Hendro Cahyono,S.Pt.,M.M.,M.Sc hadir sebagai salah satu pembicara pada Integrated Water Allocation Forum (IWAF) Wilayah NTB Tahun 2026–2027 yang diselenggarakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I Mataram.
Forum tersebut menjadi ruang koordinasi antarpemangku kepentingan dalam membahas Draft Rencana Alokasi Air Tahunan (RAAT), sehingga pemanfaatan sumber daya air dapat direncanakan secara lebih terukur dan mampu mengakomodasi kebutuhan berbagai sektor, salah satunya sektor pertanian.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BRMP NTB menyampaikan bahwa pengelolaan air untuk pertanian searah dengan kebijakan Kementerian Pertanian, salah satunya melalui peningkatan efisiensi penggunaan air dengan penerapan metode pertanian modern yang menjadi bagian dari program Kementerian Pertanian. Sejalan dengan hal tersebut, penerapan Pertanian Modern – Advanced Agriculture System (PM-AAS) menjadi salah satu pendekatan yang dapat mendukung efisiensi penggunaan air irigasi sekaligus menjaga dan meningkatkan produktivitas pertanian.
Sinergi tersebut pada akhirnya diharapkan tidak hanya menjaga keberlanjutan sumber daya air, tetapi juga memperkuat produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di Nusa Tenggara Barat