Sinergi Penyuluh, Dalam Optimalisasi Program Strategis Kementerian Pertanian
Upaya memperkuat sinergi dalam mengawal program strategis Kementerian Pertanian terus dilakukan di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Salah satunya melalui pertemuan fasilitasi penyuluh dalam rangka koordinasi program strategis Kementerian Pertanian tingkat Provinsi NTB yang berlangsung di Aula Bapeltan Provinsi NTB.
Pertemuan tersebut dihadiri Kepala BRMP NTB, Kepala Bidang Tanaman Pangan Distanpang Provinsi NTB Lalu Moh. Reza Anshari, S.T., M.Si., pejabat Bapeltan Provinsi NTB, serta para penyuluh pertanian CWS Provinsi NTB.
Kepala BRMP NTB, Hendro Cahyono, S.Pt., M.M., M.Sc., menyampaikan bahwa koordinasi seperti ini penting untuk melihat secara bersama perkembangan program di lapangan. Tidak hanya membahas capaian, tetapi juga menyamakan langkah dalam menghadapi berbagai kondisi yang ditemui penyuluh saat mendampingi petani.
Menurutnya, berbagai permasalahan yang terjadi di lapangan perlu mendapat perhatian bersama, salah satunya kondisi iklim kemarau yang saat ini berdampak pada ketersediaan air. Keterbatasan air tentunya menjadi tantangan dalam upaya meningkatkan Luas Tambah Tanam (LTT), yang merupakan salah satu bagian penting dalam mendukung pencapaian target pertanian nasional.
Dalam kondisi tersebut, penyuluh memiliki peran penting untuk melihat kondisi secara langsung di lapangan, melakukan pengukuran, serta membangun komunikasi dengan pihak-pihak terkait. Langkah tersebut diperlukan agar berbagai risiko dapat diantisipasi sejak awal dan kegiatan tanam tetap dapat didorong sesuai kondisi yang ada.
Hal senada disampaikan Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan Provinsi NTB, Lalu Moh. Reza Anshari. Ia menyampaikan apresiasi kepada para penyuluh yang terus berada di lapangan dan menjadi garda terdepan dalam mengawal berbagai program Kementerian Pertanian.
Menurutnya, keberhasilan program tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Diperlukan kerja bersama antara penyuluh, pemerintah daerah, dan instansi terkait agar setiap target yang telah ditetapkan dapat diwujudkan secara optimal.
Selain membahas kondisi dan tantangan di lapangan, pertemuan juga menjadi ruang untuk melihat perkembangan program PM-AAS, laporan Luas Tambah Tanam (LTT), serta penguatan pelaporan melalui sistem online, di antaranya e-Pusluh, sipmaas.agroklimat, dan CPCL e-Banpem Tahun 2026.
Melalui koordinasi ini, penyuluh diharapkan tidak hanya semakin memahami arah dan target program, tetapi juga memiliki ruang untuk menyampaikan kondisi nyata di lapangan. Dengan komunikasi yang semakin kuat dan data yang terlaporkan secara baik, pelaksanaan program strategis Kementerian Pertanian di NTB diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan memberikan manfaat nyata bagi petani.