BRMP NTB Perkuat Kapasitas Penyuluh, Kawal Implementasi PM-AAS di Sumbawa
Penyuluh pertanian memiliki peran strategis sebagai ujung tombak dalam mendampingi petani sekaligus mempercepat diseminasi inovasi dan teknologi pertanian di lapangan. Untuk memperkuat peran tersebut, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Nusa Tenggara Barat menyelenggarakan Training of Trainers (TOT) Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) bagi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Kabupaten Sumbawa pada Selasa (29/7/2026). Kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi dan meningkatkan kapasitas penyuluh dalam mengawal implementasi PM-AAS sebagai salah satu program strategis Kementerian Pertanian sebagai upaya peningkatan produktivitas untuk swasembada pangan berkelanjutan.
Kepala BRMP NTB, yang diwakili Kepala Bagian Tata Usaha BRMP NTB, Muhammad Yasin, S.P., M.M menyampaikan bahwa Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) merupakan salah satu program strategis Kementerian Pertanian yang berpotensi meningkatkan efisiensi budidaya dan produktivitas padi. PM-AAS mengintegrasikan sistem tanam benih langsung (Tabela) dengan pola tanam Jajar Legowo (Jarwo) untuk mewujudkan budidaya padi yang lebih modern dan efektif. Beliau menilai bahwa Kabupaten Sumbawa memiliki potensi besar untuk pengembangan PM-AAS karena didukung oleh hamparan lahan pertanian yang luas.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ir. Ni Wayan Rusmawati, M.S., menyambut baik penyelenggaraan TOT PM-AAS oleh BRMP NTB. Menurutnya, PM-AAS merupakan program strategis Kementerian Pertanian yang berpotensi meningkatkan produktivitas padi. Kabupaten Sumbawa menargetkan implementasi PM-AAS seluas 7.000 hektare hingga akhir musim tanam tahun ini. Optimisme tersebut didukung capaian realisasi tanam padi reguler yang telah mencapai 102 persen dari target serta adanya dukungan program pemerintah, seperti pompanisasi dan irigasi perpompaan (Irpom). Beliau juga menekankan pentingnya peran penyuluh pertanian sebagai ujung tombak dalam mendampingi dan menyosialisasikan penerapan PM-AAS kepada petani. Sinergi yang kuat antara penyuluh dan Dinas Pertanian diharapkan mampu mempercepat implementasi PM-AAS serta memperkuat peran Kabupaten Sumbawa sebagai salah satu lumbung pangan nasional dalam mendukung swasembada pangan
Sebagai upaya mempercepat pencapaian tersebut, peserta TOT dibekali berbagai materi teknis, meliputi teknologi PM-AAS, petunjuk teknis penyusunan CPCL dan pelaporan PM-AAS, target dan progres tanam PM-AAS Kabupaten Lombok Utara, serta evaluasi capaian Luas Tambah Tanam (LTT) bulan Juli dan persiapan target Agustus.
Sebagai penutup kegiatan hari ini Tim BRMP NTB bersama CWS kabupaten melakukan kunjungan lapangan ke lokasi penerapan PM-AAS di Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa untuk memastikan secara langsung implementasi teknologi PM-AAS, dan mengevaluasi perpaduan penerapan di lapangan secara spesifik lokasi