Panen PM-AAS NTB Tembus 12,20 Ton per Hektare, Mendukung Swasembada Pangan Nasional
Hasil menggembirakan terlihat pada panen padi program PM-AAS di Kabupaten Lombok Tengah. Panen yang dilaksanakan di Poktan Bun Are 2, Desa Perina, Kecamatan Jonggat. Mencatat hasil ubinan yang menunjukkan potensi produktivitas padi hingga 12,20 ton/ha Gabah Kering Panen (GKP).
Kegiatan panen dilakukan pada areal seluas 0,62 hektare dan dihadiri Kepala BRMP NTB beserta tim, Kepala Desa Perina, penyuluh CWS, PPL Kecamatan Jonggat, BPS Kecamatan Jonggat, serta petani penerap PM-AAS.
Dari hasil ubinan, varietas Inpari 32 dengan ukuran ubinan 2,5 × 2,5 meter menghasilkan berat 7,62 kg atau setara 12,20 ton/ha GKP. Sementara pada ukuran ubinan 2 × 5 meter diperoleh berat 10,52 kg atau setara 10,52 ton/ha GKP.
Sementara itu, varietas Cakrabuana pada ubinan berukuran 2,5 × 2,5 meter menghasilkan berat 5,54 kg atau setara 8,87 ton/ha GKP. Pada ukuran ubinan 2 × 5 meter, diperoleh berat 9,84 kg atau setara 9,84 ton/ha GKP.
Capaian tersebut menjadi gambaran positif dari penerapan PM-AAS di tingkat petani. Hasil ubinan yang cukup tinggi menunjukkan bahwa penerapan teknologi, penggunaan varietas yang sesuai, serta pendampingan yang dilakukan secara bersama dapat memberikan peluang peningkatan produktivitas.
Bagi petani Poktan Bun Are 2, kegiatan panen ini tidak hanya menjadi momentum melihat hasil produksi, tetapi juga menjadi pembelajaran langsung bahwa penerapan teknologi modern di lapangan dapat memberikan hasil yang nyata.
Melalui kegiatan panen dan ubinan ini, BRMP NTB terus mendorong penerapan modernisasi pertanian yang berorientasi pada peningkatan produktivitas, efisiensi, dan kesejahteraan petani, sekaligus mendukung upaya percepatan pencapaian swasembada pangan nasional.