Perkuat Kapasitas Penyuluh, BRMP NTB Gelar TOT PM-AAS di Kabupaten Lombok Utara
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Nusa Tenggara Barat terus mempercepat implementasi Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) sebagai bagian dari dukungan terhadap program strategis Kementerian Pertanian dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.
Kegiatan Training of Trainers (TOT) yang dibuka oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Lombok Utara ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi sekaligus menyamakan persepsi para pemangku kepentingan dalam mengawal implementasi PM-AAS di Kabupaten Lombok Utara.
Dalam sambutannya, Kepala DKPPP Kabupaten Lombok Utara, Tresnahadi, S.Pt., menegaskan kesiapan pemerintah daerah mendukung penuh pelaksanaan program strategis Kementerian Pertanian. Salah satu bentuk komitmen tersebut ditunjukkan melalui mulai diterapkannya PM-AAS di Kecamatan Bayan. Mengingat sistem Tanam Benih Langsung (Tabela) masih tergolong baru bagi sebagian petani, penerapannya akan didukung melalui edukasi intensif dan pembangunan demonstration plot (demplot) agar petani dapat melihat secara langsung manfaat teknologi di lapangan.
Sementara itu, Kepala BRMP NTB, Hendro Cahyono, S.Pt., M.M., M.Sc., menjelaskan bahwa PM-AAS merupakan integrasi sistem Tanam Benih Langsung (Tabela) dengan teknologi budidaya modern yang diadaptasi dari Arkansas, Amerika Serikat, untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani. Menurutnya, penerapan PM-AAS telah menunjukkan hasil yang menjanjikan, bahkan pada ajang Pekan Nasional (PENAS), varietas Inpago yang dibudidayakan dengan pendekatan PM-AAS mampu menghasilkan ubinan setara 12,4 ton per hektare. Capaian tersebut menunjukkan potensi besar PM-AAS dalam mendukung peningkatan produksi pangan apabila diterapkan secara konsisten.
Lebih lanjut, Hendro Cahyono, S.Pt., M.M., M.Sc., menegaskan bahwa keberhasilan implementasi PM-AAS tidak terlepas dari peran penyuluh pertanian sebagai ujung tombak pendampingan di lapangan. Oleh karena itu, penguatan kapasitas penyuluh menjadi langkah strategis untuk mempercepat penerapan inovasi pertanian sekaligus mendukung pelaksanaan program-program prioritas Kementerian Pertanian.
Tidak sampai disitu, Kepala BRMP NTB juga memberikan materi teknologi PM-AAS. Beliau memaparkan penerapan PM-AAS di lapangan. Selain itu peserta juga diperkuat dengan petunjuk teknis penyusunan CPCL dan pelaporan PM-AAS, target dan progres tanam PM-AAS Kabupaten Lombok Utara, serta evaluasi capaian Luas Tambah Tanam (LTT) bulan Juli dan persiapan target Agustus yang disampaikan oleh tim BRMP dan CWS.
Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh peserta memiliki pemahaman dan persepsi yang sama dalam mengawal implementasi PM-AAS di Kabupaten Lombok Utara untuk mendukung percepatan program strategis Kementerian Pertanian