Rakor Luas Tambah Tanam Perkuat Sinergi Capai Swasembada Pangan Berkelanjutan
Luas Tambah Tanam (LTT) menjadi salah satu indikator penting dalam mendukung peningkatan produksi pangan nasional. Optimalisasi pemanfaatan lahan melalui peningkatan indeks pertanaman (IP) terus didorong sebagai upaya meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga ketersediaan pangan. Sejalan dengan visi pemerintah mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia, percepatan LTT menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan nasional.
Sebagai upaya menyamakan langkah dalam mencapai target tersebut, Direktorat Aneka Kacang dan Umbi, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, menggelar Rapat Koordinasi Luas Tambah Tanam (LTT) Bulan Agustus secara luring dan daring yang dipusatkan di Aula Mandalika BRMP NTB.
Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Aneka Kacang dan Umbi Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Kepala BRMP NTB, Kepala BP-LIP Kelas II Mataram, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara I, General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Provinsi NTB, tim BRMP NTB, penyuluh pertanian, serta (CWS) BRMP NTB.
Rapat koordinasi ini tidak hanya menjadi forum evaluasi capaian LTT, tetapi juga menjadi ruang untuk menyusun strategi percepatan tanam berdasarkan potensi di masing-masing daerah. Berbagai aspek pendukung turut dibahas, mulai dari konfirmasi potensi ketersediaan air di wilayah Sungai Lombok dan Sumbawa, sosialisasi program Listrik Masuk Sawah, perkembangan program Optimalisasi Lahan (Oplah), Cetak Sawah Rakyat (CSR), irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, hingga jaringan irigasi tersier. Selain itu, dilakukan pemetaan potensi tanam pada bulan Agustus dan September sebagai dasar penyusunan langkah percepatan tanam yang lebih efektif di setiap kabupaten/kota.
Dalam sambutannya, Kepala Balai Besar Penerapan dan Modernisasi Pertanian Nusa Tenggara Barat, Hendro Cahyono, S.Pt., M.M., menegaskan bahwa pencapaian target LTT setiap bulan memerlukan koordinasi dan sinkronisasi seluruh pihak sesuai dengan potensi yang dimiliki masing-masing wilayah. Menurutnya, target yang telah ditetapkan harus menjadi acuan dalam mempercepat pelaksanaan tanam, mengoptimalkan pemanfaatan lahan, serta menyelesaikan berbagai kendala di lapangan agar capaian LTT dapat terus meningkat.
Sementara itu, Direktur Aneka Kacang dan Umbi Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Diah Susilokarti, M.P., menyampaikan bahwa LTT merupakan indikator penting dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan untuk meningkatkan produksi pangan. Menurutnya, upaya tersebut perlu didukung melalui penerapan pertanian modern PM-AAS serta berbagai program strategis Kementerian Pertanian, seperti cetak sawah rakyat, optimalisasi lahan, pengembangan irigasi, dan Listrik Masuk Sawah
Kesepahaman yang terbangun dalam rapat ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mengakselerasi pencapaian target Luas Tambah Tanam di seluruh wilayah NTB